BANGLI, Bali: Kawasan Obyek Wisata Caldera Gunung Batur diharapkan bisa menjadi Geopark (Taman Bumi) pertama di Indonesia yang mendapat pengakuan dari Unesco.
Igan S Sutawidjaja, peneliti dari Badan Geologi Kementerian ESDM mengatakan Caldera Gunung Batur yang terletak di Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali ini merupakan salah satu calon kawasan Geopark yang diusulkan Indonesia, di samping 5 calon lainnya.
Kelima calon lainnya itu adalah Kompleks Danau Toba (Sumut), Merangin (Jambi), Gunung Rinjani (NTB), Raja Ampat (Papua), dan Kawasan Kars Sewu (Jawa Tengah).
"Gunung Batur sudah siap menjadi Geopark. Masyarakat siap mendukung. Pada September nanti, UNESCO akan mengumumkan hasilnya di Portugal. Kalau Gunung Batur diterima, ini akan jadi Geopark pertama di Indonesia," ujarnya ketika ditemui di Museum Gunung Api Batur, Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, Minggu 3 Juni 2012.
Gunung Api Batur merupakan gunung berapi aktif yang memiliki 2 kaldera dan terdapat Danau Batur di tengahnya yang berbentuk sabit. Gunung Batur terakhir meletus pada 2000.
Caldera Gunung Batur adalah salah satu caldera terindah di dunia. Dengan ditetapkan sebagai Geopark, UNESCO bisa menginformasikan keindahan caldera ini ke seluruh penjuru dunia.
"Keuntungan Geopark adalah memuliakan bumi dan menyejahterakan masyarakat setempat. Contoh Geopark yang sudah ada di kawasan Asia itu di Langkawi, Malaysia," tambahnya.
Igan mengatakan jika Caldera Gunung Batur diterima sebagai Geopark, UNESCO akan mengadakan kunjungan 4 tahun sekali untuk mereview perkembangan kawasan ini serta manfaatnya pada perekonomian warga setempat.
Pada Juli nanti, UNESCO akan datang ke kawasan ini untuk melakukan penilaian. Adapun saat ini terdapat 77 jumlah Geopark di dunia, tersebar di 25 negara.
Kawasan Obyek Wisata Caldera Gunung Batur juga mencakup Museum Gunung Api Batur yang pengelolaannya diserahkan dari pemkab ke Badan Geologi sejak Desember 2011.
Masterplan museum ini disusun sejak 2002, mulai konstruksi sejak 2004, dan pada 2007 diresmikan oleh Menteri ESDM kala itu yakni Purnomo Yusgiantoro.
"Pada Januari-Mei ini tercatat sudah ada 12.000 pengunjung. Dulu masuknya bayar, sekarang gratis sehingga jumlah pengunjung terus meningkat. Dulu paling banyak itu 8.000 pengunjung," ujar Desak Made Andariyani, Kepala Museum Gunung Api Batur.
Pengunjung cukup membayar retribusi memasuki Kawasan Kintamani sebesar Rp7.500 untuk wisatawan domestik dan Rp15.000 untuk wisatawan asing.
Museum yang menelan biaya hingga Rp11 miliar lebih ini menyediakan ruang pameran jenis-jenis batuan, panel-panel tentang sebaran gunung api, wajah gunung api di Indonesia, hingga bioskop yang memutar film tentang Gunung Batur. (Bsi)
BACA JUGA:
* PREDIKSI INDEKS: Ini dia faktor-faktor yang perlu dicermati
* REKOMENDASI SAHAM: Ada apa dengan saham tambang?
* PIALA EROPA: Kenapa Portugal keok melawan Turki?
* INDONESIAN IDOL 2012: IniLAH alasan kenapa Sean layak diselamatkan
* RIBUT WAIDI: Legenda PSIS Semarang & pahlawan Sea Games 1987 itu berpulang
* KINERJA INDUSTRI ELEKTRONIK: Setelah Maret naik, penjualan April turun lagi
* APARTEMEN SUDIRMAN SUITES: Mau tau berapa harga kamar termurahnya?
* MONOPOLI GULA: Nah lo Wilmar kena denda Rp25 miliar!
* SIHIR MESSI: Sihir Lionel Messi yang absen di Piala Dunia bersama Argentina telah kembali
Showing 0 - 0 of 0 comments