JAKARTA—Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini mengatakan dirinya akan memberikan perhatian serius untuk pengembangan infrastruktur dan jalur distribusi migas bagi pasar domestik.
Lokasi produksi migas di Natuna, Kalimantan dan Papua, terutama gas alam harus didekatkan dengan pemakainya yang kebanyak di Jawa, Sumatra dan Bali.
Hal itu disampaikanya menjawab pertanyaan wartawan seusai dilantik oleh Presiden susilo Bambang Yudhoyono sebagai Wakil Menteri ESDM di Istana Negara hari ini Kamis (14/6/2012)
"Oleh karena itu harus kita angkut dari tempat jauh dengan LNG carrier, FSRU yang sekarang baru ada satu. Namun kalau nanti sudah ada di Sumatra dan Jawa harus kita hubungkan dengan pipa-pipa yang terkoneksi secara penuh," ujarnya dalam kesempatan tersebut.
Menurut dia, pembenahan infrastuktur migas saat ini sangat penting agar distibusi migas nasional berjalan dengan efisien dan efektif untuk melayani kebutuhan di setiap wilayah.
"Ekspor gas Indonesia itu 53% dan dalam negeri 47%. Hal itu terjadi di saat kita belum mampu menyerap gas, baik karena infrastruktur maupun harga yang belum kompetitif," ujarnya. (sut)
ARTIKEL MENARIK LAINNYA:
- PREDIKSI SAHAM & IHSG HARI INI
- EURO 2012: ITALIA Vs KROASIA, Howard Webb Jadi Wasit
- EURO 2012: Hooligan Clashes In Poland Leave 15 Injured
- EURO 2012: Hasil Dan Prediksi Pertandingan
- GOLD FUTURES Decline 0.2%
- SBY Questions The Motive Behind Reporting Corruption Of The Party’s Cadre
- GUNUNG GAMKORONA Meletus, Asap Menyembur Hingga 3 Kilometer
- INDEKS BISNIS-27: Asset Management Gencarkan Jumlah Investor
- KEPALA BKPM BARU Chatib Basri Diharapkan Pacu Investasi
KATEGORI ARTIKEL LAINNYA:

Showing 0 - 0 of 0 comments