Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com


TRANSAKSI PEGADAIAN Meningkat 40% Jelang Lebaran

Compact_pegadaian__1_

 

DENPASAR: PT. Pegadaian (Persero) memprediksi terjadi peningkatan transaksi gadai barang hingga 40% di wilayah Bali dan Nusa Tenggara selama musim Lebaran tahun ini. 
 
Nuril Islamiah, Manager Bisnis Kantor Wilayah PT. Pegadaian (Persero) Denpasar, menuturkan hampir setiap tahun transasksi gadai barang meningkat sekitar 30% selama musim Lebaran. 
 
Fenomena tersebut bukan hanya terjadi di Bali dan Nusa Tenggara, tetapi hampir di seluruh wilayah operasi Pegadaian. 
 
“Tapi karena berdekatan dengan ajaran baru, Idul Fitri, Galungan, dan nanti ada Idul Adha, kami prediksi untuk tahun ini ada pertumbuhan 30%-40%,” tuturnya
 
Kendati kebutuhan dana masyarakat meningkat signifikan, Nuril menegaskan perseroan tidak ada masalah keuangan untuk bisa memenuhinya. “Berapapun kebutuhan nasabah, kami siap.” 
 
Sebagai informasi, Pegadaian Denpasar saat ini membawahi 449 kantor cabang atau otlet di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. 
 
Berdasarkan data perseroan, jumlah omset pinjaman Pegadaian Denpasar pada bulan lalu sebesar Rp861 miliar, turun dibandingkan Juni yang mencapai Rp910,68 miliar. 
 
Apabila diakumulasi selama periode Januari hingga Juli, realiasi pinjamannya mencapai Rp5,76 triliun atau 53,21% dari target sepanjang tahun Rp10,83 triliun. 
 
“Paling besar itu dalam bentuk gadai emas, sekitar 90%,” tegas Nuril. 
 
Nuril menambahkan pola masyarakat dalam menghadapi Lebaran dan Galungan mudah terbaca, di mana aksi gadai meningkat jauh hari sebelum hari raya. Namun, sepekan mendekati hari raya justru uang masuk ke kas Pegadaian meningkat karena biasanya banyak nasabah yang menebus barangnya.  (sut)

Related News

Latest News

LAINNYA

Discuss: TRANSAKSI PEGADAIAN Meningkat 40% Jelang Lebaran

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close