Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com


SUN—Untuk efisiensi APBN, pemerintah didesak lakukan rekayasa pembayaran

Compact_ori-dg__7_

 

JAKARTA: Ekonom mendorong pemerintah untuk melakukan re-engineering (rekayasa) pembayaran surat utang negara (SUN) sebagai upaya efisiensi anggaran guna meningkatkan stabilitas fiskal di tahun mendatang.
 
Adler Haymans Manurung, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara, menilai pemerintah selama ini belum menerapkan strategi re-engineering atau merancang ulang sistem pembayaran utang. 
 
Artinya, membayar kewajiban jatuh tempo dengan hasil investasi sebagian nilai utang itu sendiri.
 
“Persoalan pemerintah itu, tidak pernah memikirkan bagaimana utang dibayar oleh utang itu sendiri. Jadi membayarnya dengan penerbitan utang baru, cuma seperti gali lubang tutup lubang,” ujarnya kepada Bisnis Kamis 31 Mei 2012. 
 
Menurut dia, jika berhasil menyisihkan sebagian perolehan utang untuk diinvestasi ke dalam obligasi internasional, pemerintah bisa menghasilkan nilai investasi setara untuk membayar utang jatuh temponya. 
 
“Dengan begitu pemerintah cuma tinggal membayar bunga utang saja. Kebutuhan belanja juga bisa terpenuhi,” tuturnya.
 
Adler juga menyarankan pemerintah untuk menerbitkan surat utang hanya jika pemangku kepentinngan mampu menggali penerimaan perpajakan secara optimal, sehingga esensi pertumbuhan ekonomi terlihat semakin baik melalui total produk domestik bruto (PDB) yang dihasilkan. (sut)
 
 
 
 

 

Related News

Latest News

Featured News

Discuss: SUN—Untuk efisiensi APBN, pemerintah didesak lakukan rekayasa pembayaran

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close