JAKARTA: Ekonom mendorong pemerintah untuk melakukan re-engineering (rekayasa) pembayaran surat utang negara (SUN) sebagai upaya efisiensi anggaran guna meningkatkan stabilitas fiskal di tahun mendatang.
Adler Haymans Manurung, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara, menilai pemerintah selama ini belum menerapkan strategi re-engineering atau merancang ulang sistem pembayaran utang.
Artinya, membayar kewajiban jatuh tempo dengan hasil investasi sebagian nilai utang itu sendiri.
“Persoalan pemerintah itu, tidak pernah memikirkan bagaimana utang dibayar oleh utang itu sendiri. Jadi membayarnya dengan penerbitan utang baru, cuma seperti gali lubang tutup lubang,” ujarnya kepada Bisnis Kamis 31 Mei 2012.
Menurut dia, jika berhasil menyisihkan sebagian perolehan utang untuk diinvestasi ke dalam obligasi internasional, pemerintah bisa menghasilkan nilai investasi setara untuk membayar utang jatuh temponya.
“Dengan begitu pemerintah cuma tinggal membayar bunga utang saja. Kebutuhan belanja juga bisa terpenuhi,” tuturnya.
Adler juga menyarankan pemerintah untuk menerbitkan surat utang hanya jika pemangku kepentinngan mampu menggali penerimaan perpajakan secara optimal, sehingga esensi pertumbuhan ekonomi terlihat semakin baik melalui total produk domestik bruto (PDB) yang dihasilkan. (sut)
BERITA LAINNYA:
- DIAN SASTRO Dalam Balutan Gaun Mewah Di Cannes
- Waduh! BRAZIL Bantai Amerika 4-1
- PROYEK HAMBALANG: Audit BPK Selesai 100 Hari Lagi
- BURSA EROPA Memerah, Terseret Kegagalan Penjualan Obligasi Italia
- GITA WIRJAWAN: Penyatuan Zona Waktu Untuk Efektivitas Bisnis
- KRISIS EROPA: Ini Dia Kata Sri Mulyani Soal Dampaknya Ke Indonesia
- HENRY Vs RUHUT: Dari Debat Corby Sampai Angkat Gelas, Perseteruan Bakal Berlanjut?
- 10 PERUBAHAN APPLE: Bikin Steve Jobs Bangkit Dari Kubur
Showing 0 - 0 of 0 comments