Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com

  • June 20, 2013

SUKHOI JATUH: Cuaca buruk, Evakuasi korban bisa 7 jam

Compact_evakuasi_sukhoi

JAKARTA: Tim SAR memperkirakan evakuasi korban musibah pesawat Sukhoi Superjet 100 untuk diturunkan dari lokasi musibah di kawasan Gunung Salak diperkirakan memakan waktu hingga 7 jam mendatang karena  melalui jalur darat.

Letkol Oni Junianto, Ketua Tim SAR dan Evakuasi Sukhoi dalam wawancara dengan MetroTV mengatakan proses evakuasi melalui udara terhambat cuaca yang tidak bersahabat siang ini. Salah satu upaya, ujarnya, dilakukan dengan jalur darat.

"Waktunya bisa 7 jam-an," katanya.

Sementara itu, Antara melaporkan Komandan Resort Militer (Danrem) 061 Badak Putih, Kolonel Inf AN Putranto, menegaskan sampai dengan sekira pukul 14.45 WIB belum ada korban musibah pesawat Sukhoi Superjet 100 dievakuasi dari lokasi musibah di kawasan Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat.

"Belum ada korban yang dievakuasi," katanya di Pos Komando (Posko) 1 Cipelang, Bogor, Jumat.

Dikatakannya, tim evakuasi yang berasal dari berbagai elemen itu baik dari TNI dan Polri masih berusaha mencapai lokasi korban pesawat tersebut.

Ia mengemukakan, tim pencari dan penyelamat (Search and Rescue/SAR) masih berupaya melewati tebing setinggi 100 meter.

Oleh karena itu, ia mengharapkan, jangan ada yang memberikan informasi simpang siur karena semua sumber informasi evakuasi berada di Posko 1.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Daryatmo, di Base Ops Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma menjelaskan bahwa Tim SAR telah menemukan 12 jenazah penumpang Suikhoi Superjet 100 yang mengalami kecelakaan pada Rabu lalu.

Namun, Daryatmo menyatakan, Tim SAR masih kesulitan mengevakuasi jenazah tersebut, dan masih berupaya mencari korban lainnya. (Antara/faa)

 

 

+ JANGAN LEWATKAN:

10 ARTIKEL PILIHAN Hari Ini

5 Kanal TERPOPULER Bisnis.com

Ini 10 Artikel MOST READ Setahun Terakhir

Related News

Latest News

Featured News

Discuss: SUKHOI JATUH: Cuaca buruk, Evakuasi korban bisa 7 jam

Showing 1 - 1 of 1 comments

  • 0940c0f66e74623aee4102acdf3f916e.png?s=37&d=http%3a%2f%2fen.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    julianto

    May 15, 2012 21:06

    Hoi Metro tivi, wartawan yang perempuan itu yang wawancara ga punya sopan santun, itu "letkol" neng, perwira menengah, seharusnya dipanggil bapak, jangan dipanggil panggil " letkol oni, letkol oni" dasar katro, ga sopan sama orang yang sudah lebih tua umurnya. hoi jeng/neng yang baru gede tau sopan santun ga, bahkan orang eropa/amerika saja masih pakai kata kata "sir" atau "officer" untuk petugas polisi/tentara berpangkat rendah, dasar katro/bego kamu!

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close