Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com


SPIRIT: Kepemimpinan excellence

Compact_bsw

Trainer bisnis, pembicara publik, dan Mitra Pengelola LA Learning

Kerajaan bisnisnya berasal dari daerah. Mula pertama dibangun oleh ayahnya pada 1973. Sekarang di tangannya, kerajaan bisnis ini bertumbuh kencang dan melebarkan sayap ke berbagai lini. Beliau tak lain adalah Erwin Aksa dengan kerajaan bisnisnya bernama Bosowa Corporation. Sebagai kependekan dari tiga nama daerah--Bone, Sopeng, Wajo--Bosowa jelas berasal dari Sulawesi Selatan.

Cikal bakal Bosowa adalah penjual komoditas pangan. Kemudian bertambah kepakan sayapnya dengan menjadi dealer mobil di kawasan Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Hari ini, kepakan sayapnya membentang luas, mulai dari dealer mobil, infrastruktur, perbankan, pabrik semen, perkebunan, pertambangan hingga properti. Menjadi wajar bila Bosowa disebut sebagai konglomerasi usaha yang sejajar dengan konglomerat-konglomerat besar lain di Indonesia.

Suksesi kepemimpinan Bosowa dari sang ayah kepada putera mahkota pada 2006 berlangsung dengan bagus tanpa ada guncangan berarti. Hal demikian karena si putera mahkota memang piawai dalam mengurusi bisnis dan cakap dalam mengelola karyawan yang dimiliki. Si putera mahkota, Erwin Aksa, di usia yang relatif muda mampu menyejajarkan diri dengan para kampiun bisnis di Tanah Air yang sepak terjangnya sudah diakui khalayak.

Mengapa Erwin Aksa mampu mengawal Bosowa menjadi konglomerasi bisnis yang disegani? Robert Kaplan dan David Norton, bapak dari konsep brilian bernama Balanced Scorecard,  menulis lima prinsip manajemen untuk keberhasilan bisnis, yaitu: (1) gerakan perubahan melalui kepemimpinan efektif; (2) terjemahkan strategi ke dalam bahasa operasional; (3) selaraskan organisasi dengan strategi; (4) berikan dorongan/motivasi untuk menjadikan strategi sebagai pekerjaan setiap orang; dan (5) atur agar strategi menjadi sebuah proses berkelanjutan.

Lima strategi manajemen kreasi Kaplan dan Norton tersebut sedikit banyak sudah dijalankan oleh Erwin Aksa yang pada ujungnya memperkuat lini bisnis Bosowa Corporation. Seperti misal strategi menyoal SDM dan kepemimpinan untuk pengembangan berkesinambungan dan meningkatkan kompetensi SDM. Untuk soal ini Erwin Aksa menjalankan dengan serius dan sungguh-sungguh. Mula pertama yang dilakukan oleh Erwin Aksa adalah memperkuat divisi SDM dengan menempatkan orang yang berkompeten di bidangnya untuk memimpin divisi SDM.

Jika pada masa lalu divisi SDM tak ubahnya ruang belakang rumah yang tidak perlu dipersolek, justru era Erwin Aksa divisi SDM dijadikan bagian rumah yang pantas dan layak untuk dipercantik. Divisi SDM merupakan salah satu tulang punggung perusahaan yang akan menghasilkan karyawan-karyawan terampil dengan integritas dan loyalitas yang utuh. Melalui divisi SDM pula kesinambungan kepemimpinan pada semua level jabatan di Bosowa untuk masa depan sudah dipersiapkan dengan elegan. Semisal hari ini ada salah satu manajer di Bosowa mengundurkan diri, maka dalam waktu tidak lebih dari sepekan manager baru dari internal perusahaan siap untuk menggantinya.

Ujung tombak

Kesinambungan kepemimpinan pada semua level bisa dilakukan dengan bagus lantaran Bosowa membangun pusat pelatihan bernama Bosowa Management Development Institute (BMDI). BMDI yang dipusatkan di Makassar menjadi 'kawah candradimuka' bagi seluruh karyawan Bosowa untuk belajar memimpin diri sendiri dan perusahaan. Bekerjasama dengan berbagai institusi dan universitas--baik lokal maupun luar negeri--menjadikan BMDI sebagai ujung tombak Bosowa Group untuk mencerdaskan karyawannya.   

Bosowa Excellence, demikian istilah yang dipakai Erwin Aksa untuk menggambarkan perilaku para karyawannya. Inti dari Bosowa Excellence ini tak lain perilaku karyawan yang menunjukkan dirinya sebagai karyawan profesional, berintegritas tinggi, bertanggungjawab dan memiliki akuntabilitas.

Bagaimana cara mewujudkannya? Lagi-lagi contoh peran dari pemimpin paling atas menjadi syarat yang tidak bisa diganggu-gugat. Dalam kasus ini tentu pemimpin paling atasnya adalah Erwin Aksa. Alhasil pemikiran, perkataan dan tindakan Erwin Aksa sehari-hari harus menunjukkan diri sebagai manusia Bosowa yang excellence.

Kepemimpinan efektif yang dilakukan oleh Erwin Aksa untuk konteks pengembangan SDM, alhasil mampu menerjemahkan strategi ke dalam bahasa operasional. Bahkan bersumber pada pemikiran Kaplan dan Norton, Erwin Aksa sudah melompat pada strategi ke empat yaitu memberikan dorongan/motivasi untuk menjadikan strategi sebagai pekerjaan setiap orang. Manajemen kinerja (performance management) pada banyak perusahaan keluarga masih kedodoran dalam praktik. Sederhananya, karyawan yang berprestasi tinggi dengan karyawan yang biasa-biasa masih sama pendapatannya. Bahkan senioritas berbasis pada masa kerja menjadi acuan utama untuk menentukan pendapatan.

Hal demikian jelas tidak memberi motivasi bagi karyawan untuk berprestasi. Oleh Erwin Aksa, kondisi ini diubah total. Manajemen kinerja menjadi acuan karyawan dalam menentukan pendapatan. Karyawan dipacu untuk menunjukkan kinerja terbaiknya, namun tetap dengan landasan Bosowa Excellence. Pendekatan profesional dikedepankan daripada pendekatan tradisional. Kompetisi untuk perbaikan dan kemajuan menjadi mantra utama bagi tindakan setiap karyawan. Alhasil strategi menjalankan manajemen kinerja berbanding lurus dengan motivasi tinggi yang dimiliki karyawan.

Bosowa Corporation mendekati usia 40 tahun. Erwin Aksa sendiri baru berumur 37 tahun. Dalam konteks ini, usia Bosowa Corporation lebih tua dibanding CEO-nya. Namun bukan berarti sang CEO yang masih muda ini tidak menunjukkan dirinya sebagai pemimpin kampiun dengan kinerja prima. Justru di tangan Erwin Aksa, Bosowa Corporation melakukan lompatan nan jauh (quantum leap) dengan bergerak pada berbagai bidang bisnis. Tentu seiring dengan bertambahnya usia Erwin Aksa, Bosowa Corporation akan sering melakukan lompatan jauh menjadi perusahaan kebanggaan tidak saja karyawannya, namun juga negerinya: Indonesia. (tw)

 

*) Tulisan ini diadopsi dari harian Bisnis Indonesia. Untuk membaca berita-berita dan memperoleh referensi terpercaya dari Bisnis Indonesia, silahkan klik epaper.bisnis.com, dan Anda juga bisa berlangganan dengan register langsung ke koran Bisnis Indonesia edisi digital.

 

 

Related News

Latest News

LAINNYA

Discuss: SPIRIT: Kepemimpinan excellence

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close