JAKARTA: Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dengan desain 6 lantai hanya dibangun pada lokasi yang penduduknya padat guna mengurangi tingkat kekosongan rusunawa.
Deputi Bidang Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat Pangihutan Marpaung mengatakan berdasarkan hasil survei sebelumnya 70% jumlah unit rusunawa yang berada di lantai 4 dan lantai 5 banyak yang kosong.
Menurutnya perubahan desain bangunan yang dilakukan Kemenpera menjadi tiga lantai merupakan salah satu upaya agar unit rumah susun yang ada bisa dihuni oleh masyarakat.
"Rusun enam lantai tetap dibangun di kawasan lokasi yang padat penduduknya.
Nantinya rusun tersebut dilengkapi dengan fasilitas lift sehingga memudahkan penghuni menuju ke unit rusun yang berada di lantai atas," kata Pangihutan seperti dikutip dalam rilis yang diterima Bisnis, hari ini.
Dia menuturkan saat ini Kemenpera telah membuat desain bangunan vertikal tersebut dengan jumlah lantai bervariasi yakni 2 lantai, 3 lantai, hingga 6 lantai dengan tipe 18, tipe 21, dan tipe 36.
Lebih lanjut dia menjelaskan terkait model pelaksanaan pembangunan, pihaknya menyerahkan kepada kontraktor untuk memilih model pracetak atau model konvensional agar kontraktor dapat menyesuaikan kualitas bangunan dengan kontur dan desain bangunan rumah susun.
"Jangan sampai ada ketergantungan antara kontraktor dan pembuat model pracetak dalam proses pembangunan Rusun serta menciptakan persaingan yang sehat dalam menjaga kualitas bangunan di lapangan," imbuhnya.
Pangihutan meminta kontraktor untuk menguasai kondisi lapangan dan budaya masyarakat sekitar lokasi pembangunan rumah susun. Hal tersebut dimaksudkan agar saat alat-alat berat ke lokasi pembangunan tidak merusak fasilitas jalan sehingga tidak mendapatkan protes.
"Kalau memang diperlukan kontraktor juga bisa merekrut tenaga kerja dari masyarakat sekitar proyek. Saling tukar pengalaman antar kontraktor juga perlu dilakukan karena lokasi pembangunan rusun tersebar di seluruh Indonesia dari Aceh sampai Papua yang memiliki karakter masyarakat yang berbeda-beda," ungkapnya. (Bsi)
ARTIKEL MENARIK LAINNYA >>>

Showing 0 - 0 of 0 comments