Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com


RUNWAY SOETTA: Kemenhub Siapkan Alternatif Bandara baru di Karawang

Compact_soetta

JAKARTA: Kementerian Perhubungan menargetkan rencana pembangunan landasan pacu ketiga Bandara Soekarno-Hatta diputuskan pada akhir 2013.

 

Pasalnya, apabila molor dari 2013, rencana pembangunan landasan pacu ketiga yang terkendala pembebasan tanah Rp4,6 triliun itu bisa batal dilaksanakan dan beralih menjadi pembangunan bandara baru di Karawang.
 
Direktur Kebandarudaraan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Bambang Tjahjono mengatakan pemerintah tengah mengkaji untuk pengembangan landasan pacu (runway) ketiga dan terminal 4 di Bandara Soekarno-Hatta.
 
“Kajian sudah dilakukan, dan ditargetkan bisa ada keputusan pada akhir 2013, sehingga pada 2015 sudah dapat dilakukan pembebasan lahan,” kata Bambang, Jumat (3/8/2012).

Dia menambahkan berdasarkan kajian, ada dua opsi untuk pembangunan runway ketiga dan terminal 4 Bandara Soekarno-Hatta.

 

Pertama, runway 3 dilahan seluas 140 hektare (ha), dengan peningkatan pergerakan pesawat hingga 470.000 per tahun atau naik 21% dari posisi saat ini. Dengan opsi ini, terpaksa membebaskan pemukiman penduduk sebanyak 2.000 rumah dan menelan dana Rp850 miliar.

“Nantinya dengan opsi pertama ini, Bandara Soekarno-Hatta dapat menampung hingga 75 juta orang penumpang per tahun,” ucapnya.

Opsi kedua, pembangunan runway 3 dilahan seluas 830 ha dengan peningkatan pergerakan pesawat hingga 540.000 per tahun atau naik 31% dari posisi saat ini.

 

Opsi ini akan membebaskan pemukiman penduduk sebanyak 9.400 rumah dan menelan dana  Rp4,6 triliun. Nantinya, bandara akan berkapasitas 100 juta penumpang per tahun.

“Tampaknya akan lebih mudah opsi pertama karena kebutuhan dana untuk pembebasan lahan tidak sangat besar, bedanya jauh dengan opsi kedua,” tutur Bambang.



Menurutnya, jika dalam kajian ternyata mengalami kendala yang sulit terpecahkan untuk membebaskan lahan hingga akhir 2013, rencana pembangunan runway ketiga ini dibatalkan. Sebagai gantinya, pemerintah akan mulai proses pembangunan bandara baru di timur Jakarta yakni di Karawang, Jawa Barat.



“Soal bandara baru di Karawang ini, proses studi sudah sampai pada kajian Amdal [analisa mengenai dampak lingkungan] yang dilakukan JICA Jepang. Soal investor, sudah banyak yang menyatakan minat seperti dari Jepang, China dan India,” tutur Bambang.



Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S. Sunoko mengatakan saat ini kapasitas pergerakan pesawat di kedua runway di Bandara Soekarno-Hatta hanya mampu 52 pergerakan per jam.

 

Namun dengan mengoptimalkan kedua runway yang ada, kapasitas pergerakan pesawat dapat ditingkatkan hingga 62 pergerakan per jam. Optimalisasi landasan pacu ini adalah sebagai upaya mencapai ketercukupan daya tampung bandara sebesar 62 juta penumpang per tahun yang ditargetkan dapat tercapai pada 2014.

 

Setelah kapasitas ultimate 62 juta penumpang per tahun telah tercapai, Angkasa Pura II juga akan merencanakan pembangunan landasan pacu ketiga berikut terminal keempat yang dialokasikan di sisi utara bandara.

 

Pada awalnya, pembangunan runway ketiga dan terminal keempat adalah sebuah opsi. Tetapi dengan melihat tren pertumbuhan yang terjadi saat ini, maka pembangunan runway ketiga dan terminal keempat menjadi sebuah keharusan.



“Dengan tambahan runway dan terminal yang baru, daya tampung Bandara Soekarno-Hatta akan memiliki kemampuan untuk melayani hingga 87 juta pergerakan penumpang per tahun dan 234 pergerakan pesawat per jam. Upaya-upaya awal telah kami lakukan, antara lain melakukan pembebasan lahan secara bertahap sesuai kebutuhan hingga mencapai 830 hektare,” ungkap Tri. (spr)

 

Related News

Latest News

Featured News

Discuss: RUNWAY SOETTA: Kemenhub Siapkan Alternatif Bandara baru di Karawang

Showing 1 - 1 of 1 comments

  • 7ed517e8f4d76b98a9e0727e6ee54378.png?s=37&d=http%3a%2f%2fen.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    Paryono,BSc,SH

    August 15, 2012 15:46

    Pembangunan Bandara Udara dikawasan timur DKI menurut saya menjadi skala prioritas, mengapa ? karena wilayah timur adalah merupakan daerah / kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, dengan demikian perkembangan ke depan bagi masyarakat yang akan bepergian menggunakan jasa penerbangan tidak harus ke Jakarta / Bandara Soeta lagi. Sekarang saja tol Jakarta cikampek sudah menjadi santapan empuk biang kemacetan. Oleh karena itu untuk antisipasi 2 atau tiga tahun kedepan untuk di kawasan timur harus segera di bangun Bandara udara yang baru, guna mengurai kemacetan yang lebih parah lagi.

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close