Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com

  • June 20, 2013

RAPBN 2013: Pemerintah yakin ekonomi tumbuh hingga 7,2%

Compact_dsc_0377


JAKARTA: Pemerintah tetap optimistis, meski saat ini tengah terjadi krisis Eropa yang telah menimbulkan dampaknya, dengan  menetapkan pertumbuhan ekonomi  pada tahun depan sebesar 6,8%-7,2% dalam RAPBN 2013.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan keoptismisan pencapaian pertumbuhan ekonomi  bahkan sampai 7,2% tersebut, dengan catatan situasi ekonomi di Eropa tidak memburuk .

"[Pertumbuhan ekonomi 2013] 6,8%-7,2%," kata Hatta usai menghadiri sidang kabinet paripurna dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyonoi  di Kantor Presiden yang ada di Istana  yang membahas rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2013.

Sementara untuk postur RAPBN lainnya, Hatta  mengatakan agar mendengarkan  rinciannya saat Presiden Yudhoyono menyampaikan RAPBN 2013 dan nota keuangan pada 16 Agustus 2012.

"Itu [pertumbuhan 6,8%-7,2%] yang  disepakati bersama dengan dewan. Tentu dengan banyak sekali  asumsinya.  Dengan catatan  bila tidak terjadi semakin  buruk  situasi Eropa," kata Hatta.

Dalam kesempatan sama Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah  mengatakan  pemerintah meyakini pertumbuhan
ekonomi pada 2012 bisa berkisar 6,2%-6,4%.

Firmanzah mengatakan pemerintah akan berupaya meningkatkan ekspor dengan melakukan diversifikasi pasar, antara lain ke Amerika latin.

"Krisis Eropa masih akan terus berlanjut. Kita masih menunggu pemulihan  krisis di Eropa, tapi memang kalau kita lihat di Indonesia kita masih  berharap pertumbuhan  kita tahun ini  antara 6,2% sampai 6,4%," kata Firmanzah. (Faa)
 

Related News

Latest News

Featured News

Discuss: RAPBN 2013: Pemerintah yakin ekonomi tumbuh hingga 7,2%

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close