Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com

  • June 20, 2013

PROYEK HOTEL: JSPT cairkan pinjaman US$15 juta

Compact_atk_2758

JAKARTA: PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) berencana mencairkan sekitar 30% fasilitas pinjaman yang dimiliki atau sekitar US$15 juta untuk membiayai proyek budget hotel perseroan.

Deputy General Manager Investor Relation Jakarta Setiabudi Anton Goenawan menerangkan saat ini perseroan telah memiliki fasilitas pinjaman dari salah satu bank asing senilai US$50 juta atau setara Rp454,37 miliar.

“Fasilitas tersebut kami peroleh pada 2011 dan kami cairkan sesuai dengan kebutuhan pembangunan proyek. Rencananya sekitar 20%-30% kami alokasikan untuk budget hotel,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Jumat 2 Maret 2012.

Anton menjelaskan pada akhir bulan ini perseroan akan memulai pembangunan budget hotel di daerah Thamrin, Jakarta Pusat. Oleh karena itu, lanjutnya perseroan berencana untuk mencairkan pinjaman sekitar US$10 juta-US$15 juta atau setara Rp90,87 miliar-Rp136,31 miliar pada bulan ini atau April mendatang.

Selain Thamrin, dia menambahkan perseroan juga berencana membangun tiga budget hotel lokasi lainnya, yakni Yogyakarta, Semarang, dan satu lagi di Jakarta, sehingga pada akhir tahun empat budget hotel sudah beroperasi atau minimal dalam proses pembangunan.

“Saat ini kami sudah dalam proses pencairan tersebut, karena pembangunan juga akan segera dilakukan dalam waktu dekat,” tuturnya.

Anton memaparkan untuk budget hotel Thamrin, perseroan akan menyediakan sekitar 90 kamar, sedangkan di Kemang akan tersedia 150 kamar. Adapun, dia melanjutkan lokasi budget hotel di Yogyakarta dan Semarang masing-masing akan menyediakan 120 kamar.

Dengan total kamar yang akan dibangun sebanyak 480 kamar dan investasi pembangunan Rp250 juta per kamar, maka perseroan membutuhkan dana mencapai Rp120 miliar untuk investasi di proyek budget hotel.

Untuk pendanaan, Anton menuturkan akan dipenuhi dari kas internal sebesar 30%-35% dan pinjaman perbankan 65%-70%. Dia memperkirakan bisnis budget hotel baru akan berkontribusi kepada pendapatan perseroan mulai 2013.

“Kami harapkan kontribusinya bisa mencapai Rp12 miliar-Rp15 miliar per tahun untuk satu hotel,” ungkapnya.

Jakarta Setiabudi baru-baru ini juga meluncurkan proyek properti baru, Setiabudi Sky Garden. Nilai investasi proyek ini mencapai sekitar Rp1 triliun dan dikerjakan perseroan bersama dengan Tokyu Land Corporation, Shimizu Corporation, dan Frasers Horpitality

Pembangunan SSG dimulai pada tahun ini dan diperkirakan tuntas pada 2014. Apartemen yang terdiri dari dua menara tersebut berisikan 586 unit dengan harga jual rata-rata Rp2 miliar-Rp4,5 miliar.

Menurut Anton, hingga saat ini unit apartemen di SSG telah terjual sekitar 60% atau 381 unit. Jika dihitung berdasarkan kisaran harga jual, maka nilai prapenjualan dari proyek SSG saat ini mencapai Rp762 miliar-Rp1,71 triliun. (Bsi)

Related News

Latest News

Featured News

Discuss: PROYEK HOTEL: JSPT cairkan pinjaman US$15 juta

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close