JAKARTA: Model mobil yang memiliki permintaan sangat tinggi dan skala ekonomi yang baik akan diusulkan kepada prinsipal utama agar dapat diproduksi di dalam negeri.
Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Joko Trisanyoto mengatakan impor CBU untuk beberapa model tertentu masih akan terus berlanjut sambil memantau perkembangan pasar tanah air. Namun, menurutnya, pengusulan untuk produksi lokal membutuhkan proses dan waktu yang cukup panjang.
“Jika produknya sudah masuk ke dalam skala ekonomi, maka kami mungkin akan mengusahakannya diproduksi di dalam negeri,” tuturnya, Selasa (24/7).
Dia mencontohkan perkembangan penjualan Toyota Fortuner yang baik membuat produk ini kini diproduksi secera lokal. Saat ini, lanjutnya, Toyota masih mengimpor CBU untuk jenis sedan, Hilux, Yaris dan beberapa jenis lainnya.
Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, hingga paruh pertama tahun ini, produksi mobil nasional masih di bawah angka penjualan. Produksi mobil selama semester I ini mencapai 524.738 unit sedangkan penjualan mobil tercatat sebanyak 535.263 unit.
Produksi mobil di tanah air saat ini masih berfokus pada segmen mobil 4x2 dengan kapasitas mencapai 64,6% dari total produksi atau sebanyak 338.978 unit. Kendaraan tipe pikap dan truk memiliki kapasitas produksi sebanyak 157.048 unit atau 29,9% dari total produksi.
Sementara itu, mobil double cabin yang peminatnya mulai mulai meningkat sama sekali belum diproduksi secara lokal. Penjualan mobil pada segmen ini pada enam bulan pertama naik 47,01% dari 2.093 unit pada tahun lalu menjadi 3.077 unit. (Faa)
Showing 0 - 0 of 0 comments