BOGOR: PT Sierad Produce Tbk, perusahaan peternakan unggas terintegrasi, optimistis harga telur dan daging ayam akan kembali normal pada saat menjelang Lebaran, karena permintaan juga akan meningkat.
Harga daging dan telur ayam mengalami peningkatan pada saat akan memasuki puasa. Namun, saat ini, pada pertengahan Ramadhan, harga telur dan daging ayam terus bergerak turun.
Direktur Utama PT Sierad Produce Tbk Sudirman mengatakan peternak unggas dipastikan mampu memenuhi permintaan konsumen. Menjelang Lebaran, katanya, pasokan dgaing dan telur ayam dapat dipenuhi dengan baik.
“Kami siap mensuplai. Bahkan harga ayam mulai turun, tetapi menjelang Lebaran akan kembali normal,” ujarnya saat menerima kunjungan kerja Menteri Pertanian Suswono di Rumah Potong Unggas milik PT Sierad Produce Tbk, Sabtu (4/8/2012).
Dia menjelaskan ke depan prospek industri peruanggasan akan bertumbuh dengan baik. Produksi ayam saat ini di Indonesia mencapai 2 miliar ekor atau 2 juta ton per tahun.
Sudirman menjelaskan selain memiliki rumah potong unggas, Sierad juga memiliki pabrik pakan ternak dengan kapasitas produksi 1 juta ton per tahun, pembibitan ayam dengan kapasitas 100 juta ekor per tahun, sedangkan bibit ayam petelur 30 juta ekor tiap tahun.
Menurutnya, kapasitas rumah potong ungas miliknya itu 8.000 ekor per jam, atau 100.000 ekor per hari.
Sudirman menuturkan pihaknya menjual produk daging ayam ke toko ritel moderen serta perusahaan mengembangkan supermarket yang khusus menjual produk unggas yaitu Belmart. Saat ini, Sierad memiliki 50 store Belmar di Jakarta.
Menurutnya, sejak pekan pertama bulan ini, pemotongan ayam di Rumah Potong Unggas itu ditingkatkan 50% dari produksi normal atau menajdi 60.000 ekor per hari. Hasil produksi tersebut berupa karkas, parting, dan boneless.
Adapun, pasokan ayam RPU PT Sierad dipasok dari mitra di Bogor, Sukabumi, Banten, Cianjur, Tasikmalaya, dan Ciamis.
Menteri Pertanian Suswono mengatakan stok daging dan telur ayam menjelang Lebaran cukup dan aman. Justru, harga telur dan daging ayam cenderung turun.
“Memang luar biasa fluktuasi, nanti menjelang Lebaran harga akan naik, tetapi di pertengahan Ramadhan [harga] turun, nanti naik lagi menjelang Lebaran,” jelasnya.
Menurutnya, peternak unggas akan mengalami situasi tidak menguntungkan pasca Lebaran, karena harga harga terjun bebas.
Padahal, peternak lebih memilih harga stabil daripada berfluktuasi tajam. “Dalam waktu ke depan perlu ada solusi permanen, selama ini seperti rutinitas, itu harus ada jalan keluar dalam jangka panjang, ini tidak nyaman, perlu penyelesaian yang baik. Ini keluhan pakan ternak.”(msb)

Showing 0 - 0 of 0 comments