Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com


PENCITRAAN ANAS: Anas nyeletuk, memang saya calo sertifikat?

Compact_anasd

JAKARTA: Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrun kembali membantah keterlibatan dirinya dalam kepengurusan sertifikasi proyek stadion olahraga Hambalang, Jawa Barat.

“Tidak betul memang saya calo tanah. Memang saya calo sertifikat, Tidak ada pertemuan dengan Djoyo (Djoyo Winoto),” ujarnya hari ini saat mendatangi kantor KPK menemani sang istri Athiyyah Laila yang diperiksa terkait dengan kasus proyek Stadion Hambalang.
 
Seperti diketahui sejumlah saksi pernah mengatakan bahwa ada pertemuan  di restoran Nippon Khan pada sekitar Desember Januari 2010 membahas mengenai sertifikasi Hambalang.

Pertemuan tersebut dihadairi oleh Kepala BPN Djoyo Winoto, anggota Komisi II DPR Ignatius Mulyono, dan Anas Urbaningrum di restoran Jepang Nippon Khan Setelah pertemuan tersebut kepengurusan sertifikat yang tadinya berbelit-belit langsung dapat terselesaikan.

Kemudian oleh Ignatius, sertifikat diserahkan kepada Anas dan kemudian oleh Anas diserahkan kepada Mahfud Suroso.

 

Sebagai informasi Mahfud Suroso merupakan Direktur PT Dutasari Citralaras yang diduga terkait dengan kasus ini.Selanjutnya oleh Mahfud, sertifikat diserahkan kepada Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga non aktif Wafid Muharram.

Adapun untuk mengurus masalah sertifikasi tersebut maka PT Adhi Karya didukung oleh PT Wijaya Karya menyerahkan uang sebesar Rp100 miliar untuk pengerjaan proyek bernilai total Rp1,7 triliun tersebut. Adhi Karya dan Wijaya Karya merupakan perusahaan pemenang tender pengerjaan proyek Hambalang.(api)

Foto; Foto: arpusda.jatengprov.go.id
 

Related News

Latest News

Featured News

Discuss: PENCITRAAN ANAS: Anas nyeletuk, memang saya calo sertifikat?

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close