ATHENA: Seolah menyambut terpilihnya presiden baru Perancis berhaluan sosialis Francois Hollande, warga Yunani memberi suara besar pada partai-partai anti-bailout di pemilu parlemennya.
Dari 50% suara yang telah dihitung sampai dini hari tadi waktu Jakarta, 7 Mei 2012, petahana Partai New Democracy berada di peringkat pertama dengan meraih 20% suara.
Berikutnya adalah Partai Syriza dengan 16,1% atau setara 49 kursi dan di peringkat ketiga Partai Socialist Pasok dengan 42 kursi. Dengan total kursi 300, perlu 151 kursi untuk jadi mayoritas.
Partai New Democracy dan Socialist Pasok adalah pendukung bailout. Sementara Syriza adalah koalisi partai kiri yang menolak bailout. Capaian Partai Syriza sekarang naik 4 kali lipat dari hasil Pemilu 2009.
Informasi terakhir, partai pendukung bailout hanya meraih 150 kursi dari total 300 kursi. “Peluang bagi koalisi pro bailout berada di ujung tanduk,” kata Sarah Hewin, ekonom senior Standard Chartered.
Seolah melengkapi kejayaan partai penolak bailout di Yunani dan kemenangan Hollande, di Jerman, popularitas partai Kanselir Jerman Angela Merkel anjlok di basisnya sendiri, di wilayah utara Jerman.
Longsorkan Euro
Situasi yang serta-merta mendongkrak kekhawatiran soal bagaimana penangangan krisis Eropa kelak itu langsung bekerja melongsorkan Euro ke level terendah dalam tiga bulan.
Euro melemah terhadap hampir 16 mitranya. Nilainya turun ke US$1,2955, terendah sejak 25 Januari, sebelum naik tipis ke US$$1,2978 pada 8:19 am waktu Tokyo, Senin 7 Mei 2012.
Sebaliknya, Yen Jepang dan dolar AS menguat terhadap hampir seluruh mitranya di tengah spekulasi berlanjutnya perlemahan bursa Asia, yang mendongkrak permintaan dolar AS.
“Ada sejumlah kekhawatiran soal Euro,” kata Marito Ueda, manajer senior FX Prime Corp. di Tokyo. “Rakyat Yunani & Prancis tak merasa oke dengan kebijakan penyelesaian krisis.” (Bloomberg/Bsi)
+++ JANGAN LEWATKAN ARTIKEL BERIKUT:

Showing 0 - 0 of 0 comments