JAKARTA: Indonesia harus membangun industri hilir di segala bidang, termasuk industri tambang dan pertanian
Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto menegaskan industri hilir bisa menjadi benteng industri bangsa. Sektor industri hilir juga menjanjikan banyak lapangan kerja sehingga bisa menurunkan angka pengangguran.
"Saat ini sudah saatnya kita membangun ekonomi bangsa dengan membangun industri hilir," ujarnya dalam acara diskusi di kantor Partai Golkar, hari ini.
Dalam paparannya, Airlangga menyayangan sejumlah pulau di Indonesia hilang gara-gara digali untuk diekspor barang tambangnya. Padahal bangsa Indonesia memiliki kemampuan untuk menggali sendiri potensi alam yang ada.
"Coba kita gali dan mengolahnya langsung di Indonesia seperti aluminium, besi dan sebagainya," katanya.
Selain itu, kata Airlangga, sektor industri kelapa sawit, sudah saatnya tidak lagi mengekspor ekspor CPO, tetapi mengolahnya menjadi oleochemical dan seterusnya diolah lebih jauh lagi.
Airlangga mengatakan, kalau Indonesia benar-benar menjalankan hilirisasi bisnis dalam semua bidang maka bukan tidak mungkin pada tahun 2020 Indonesia masuk dalam kekuatan lima besar kekuatan ekonomi dunia.
"Dengan jumlah penduduk yang besar, sebenarnya bisa menjadi modal bagi Indonesia untuk mengolah sumber daya alamnya yang melimpah,” ujarnya.
Kalau sumber daya alam sudah diolah, sambungnya, tinggal meningkatkan manajemen dan sumber daya manusianya.
Pengusaha Chairul Tanjung yang menjadi salah satu pembicara dalam acara diskusi itu mengatakan, komposisi tenaga kerja industri saat ini masih menyedihkan. Tenaga kerja tersebut sebagian besar atau 49% adalah mereka yang tidak sekolah dan lulusan SD. Sedangkan yang pendidikan menengah 42,5% dan yang berpendidikan tinggi cuma 8,1%.
"Jadi, perindustrian kita cuma didukung oleh sumber daya manusia yang rendah dan sumber daya alam yang melimpah tetapi diekspor secara mentah ke luar negeri," kata dia.
Menurut Chairul, sudah saatnya Indonesia masuk ke perekonomian yang berbasis produktivitas dan penggunaan teknologi canggih.
"Kalau ini dilakukan maka 2020 Indonesia masuk dalam kekuatan kelima dalam bidang ekonomi," ujarnya. (bas)
BERITA LAINNYA:
Showing 0 - 0 of 0 comments