JAKARTA: Pemerintah tengah menggodok usulan harga patokan petani kedelai sebesar Rp7.000 per kg untuk menstimulasi petani agar mau berproduksi.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Gunaryo mengatakan pihaknya merespons positif usulan petani kedelai mengenai penetapan HPP untuk mencegah jatuhnya harga bahan baku tempe itu jika produksi melimpah nanti.
"Mengingat harga kedelai yang cenderung fluktuatif, tentunya diperlukan instrumen untuk melindungi petani kedelai dari anjloknya harga kedelai. Pak Menteri pada dasarnya sepakat. Tinggal dibawa ke forum rapat Kemenko Perekonomian," katanya, Kamis (2/8/2012)
Dia menjelaskan HPP senilai Rp7.000 per kg ideal untuk pendapatan petani. Asumsinya, jika produktivitas kedelai mencapai 2,5 ton per ha, maka petani bisa menangguk pendapatan Rp17,5 juta setiap 3 bulan.
Jumlah itu tentu lebih kompetitif dibanding jagung. Dengan harga sekitar Rp3.000 per kg dan produktivitas empat ton per ha, pendapatan petani jagung hanya Rp12 juta per triwulan.
Dengan perhitungan itu, diharapkan petani kedelai lebih aktif memproduksi kedelai dibandingkan jagung. Sebelumnya, dengan harga Rp5.500 per kg, petani kedelai lebih memilih menanam jagung karena dianggap lebih menguntungkan.
Keengganan petani menanam kedelai di antaranya karena kedelai sulit ditanam di tanah jenuh air karena merupakan jenis tanaman subtropis. (ra)
Showing 0 - 0 of 0 comments