JAKARTA: Kementerian Perumahan Rakyat mempertimbangkan untuk menyusun insentif maupun kemudahan bagi investor asing di sektor realestat.
Iskandar Saleh, Sekretaris Kementrian Perumahan Rakyat, mengatakan melejitnya sektor realestat di Indonesia beberapa tahun terakhir ini memberi peluang bagi investor asing untuk menjajaki pasar yang ada.
“Sedang dipertimbangkan (insentif dan kemudahan bagi investor asing). Dan dengan suku bunga kredit yang relatif rendah serta besarnya pasar domestik, saya yakin properti di Indonesia masih bisa terus berkembang,” ujarnya di sela-sela konferensi Real Estate Indonesia 2012, Senin (9/7).
Dia menambahkan, pihkanya mendorong kemitraan dan sinergi dari pemerintah (pusat dan daerah), dunia bisnis, termasuk industri properti dan realestat, serta pemangku kepentingan lainnya. Dia juga berharap konferensi ini bisa menjadi cikal bakal perkembangan besar di perumahan nasional dan lingkungan.
Menurutnya sampai dengan 2011, dari seluruh nilai kapitalisasi proyek properti nasional, sektor perumahan masih mendominasi sektor real estate dan properti yaitu sebesar 45%.
Hal ini mengalami peningkatan sekitar 8% dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 37% pada tahun 2010 lalu. Sedangkan pada peringkat kedua, Proyek Ruko/Rukan juga meningkat sebesar 2% dari 16% pada tahun 2010 menjadi 18% pada 2011.
Di sisi lain, proyek apartemen, baik itu di Jabodetabek maupun di daerah mengalami penurunan. Nilai kapitalisasi proyek apartemen di Jabodetabek turun sebesar 2% dari 10% pada 2010 menjadi 8% pada 2011.
Hal yang sama juga terjadi di daerah yang mengalami penurunan dari 3,6% pada 2010 menjadi 2,3% pada 2011. (Faa)

Showing 0 - 0 of 0 comments