Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com


KEMACETAN JABODETABEK: Implementasi 17 program aksi masih rendah

Compact_img_0078

JAKARTA: Para pegiat transportasi menyoroti rendahnya implementasi 17 program aksi untuk mengatasi kemacetan di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi sejak diluncurkan pada September 2010.



Anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta Tulus Abadi mengatakan 17 rencana aksi yang diinstruksikan Wakil Presiden Boediono jalan di tempat akibat lemahnya politicall will pemerintah.


Padahal untuk mengatasi kemacetan di kawasan Ibu Kota, diperlukan politicall will yang kuat baik dari Pemerintah DKI Jakarta maupun pemerintah pusat. "17 Program aksi itu tidak jalan," katanya kepada Bisnis, Kamis 3 Mei 2012.


Dia menilai rencana aksi itu tidak ditindaklanjuti dengan sungguh-sungguh oleh pemerintah meskipun secara konsep program itu dapat dijalankan. "Persoalan kemacetan ini memang tidak serius ingin diatasi oleh pemerintah."


Sebelumnya Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit juga mengkritik  rendahnya implementasi 17 program aksi untuk mengatasi kemacetan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi yang diinstruksikan Wakil Presiden.



Menurutnya ada persoalan komitmen pemerintah yang menjadi penanggung jawab program, alokasi anggaran dan rendahnya kordinasi operasional di lapangan. "Jadi, gagasan otoritas transportasi Jabodetabek harus digulirkan," katanya. (ra)

 

>BACA JUGA

Bank Mandiri biayai pertanian sumbaksel

Related News

Latest News

LAINNYA

Discuss: KEMACETAN JABODETABEK: Implementasi 17 program aksi masih rendah

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close