Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com


KADIN CIREBON: Minta kepastian Investasi

Compact_kadin_cirebon


CIREBON: Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cirebon menilai Pemerintah Kota Cirebon belum mampu menciptakan iklim kondusif untuk berinvestasi, mengingat soal birokrasi perizinan dan kepastian hukum yang menjadi pijakan investor dalam menanamkan modal masih mengambang.
 

Ketua Kadin Kota Cirebon Yuyun Wahyu Kurnia mengatakan sejak 10 tahun terakhir Pemkot Cirebon terkesan tidak memiliki kesamaan visi sehingga dinas-dinas yang berada di bawahnya, khususnya yang berkaitan dengan investasi, berjalan sendiri-sendiri.
 

"Investor tentu memiliki target jangka panjang ketika berinvestasi, ketika prosedur perizinan berbelit-belit, dan tidak ada kesamaan pandangan di elemen pemerintahan dan legislatif, akhirnya investor pun kebingungan," katanya, Rabu (15/8/2012).
 

Kurnia menuturkan selain perizinan, masalah rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Cirebon yang belum jelas kerap mengganjal para investor ketika sedang dalam proses investasi.
 

"Contoh kasus ada beberapa investor yang membangun minimarket yang digugat ketika sudah mendirikan bangunan, padahal perizinan dari dinas terkait sudah didapat," ujarnya.
 

Menurut dia, jika iklim investasi di Kota Cirebon belum didukung berbagai elemen baik eksekutif maupun legislatif, pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon dipastikan akan stagnan.
 

"Pertumbuhan perekonomian Kota Cirebon 2 tahun terakhir masih di bawah nasional maupun Jawa Barat, karena pertumbuhan hanya 5%," tuturnya.
 

Kurnia menambahkan tarik-menarik kepentingan politik diduga menjadi faktor utama yang membuat iklim investasi di Kota Cirebon yang hanya memiliki luas wilayah 37 Km2 tidak sehat.(k3/msb)

 

Related News

Latest News

LAINNYA

Discuss: KADIN CIREBON: Minta kepastian Investasi

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close