Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com


JOKOWI vs FOKE: Ayo, jangan sembarangan, diawasi BAWASLU lho

Compact_pilkada-kartu

JAKARTA: Badan Pengawas Pemilu akan mengawasi kegiatan dua pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta selama bulan Ramadhan, terkait dengan kemungkinan pelanggaran aturan pilkada.

"Bawaslu berkewajiban untuk mengawasi perilaku dua calon yang sudah ditetapkan ini, jangan sampai kemudian membungkus dengan kegiatan sosial keagamaan. Itu tidak bisa. Itu pelanggaran," kata Ketua Bawaslu Muhammad setelah bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Muhammad menegaskan, khusus untuk putaran kedua Pilkada DKI, para cagub dan cawagub tidak boleh melakukan kampanye terbuka.

Namun demikian, dia masih memberikan toleransi untuk beberapa kegiatan, seperti buka bersama atau sahur bersama. "Sepanjang tidak ada unsur mengajak untuk memilih calon tertentu, itu silakan saja," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Muhammad juga menegaskan, Bawaslu ikut menelusuri berbagai laporan dugaan pelanggaran pelaksanaan Pilkada DKI. Bawaslu akan melakukan tindakan jika memang ada bukti yang cukup.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum Provinsi DKI telah memutuskan bahwa Pilkada DKI Jakarta putaran kedua tidak akan diwarnai dengan kampanye terbuka.

Kedua pasangan cagub dan cawagub hanya boleh melakukan sosialisasi. Bentuk sosialisasi yang dilakukan hanya berupa penajaman visi dan misi dari masing-masing pasangan kandidat yang tidak disertai dengan penempelan atribut-atribut kampanye.

Sesuai jadwal KPU DKI, kampanye penajaman visi dan misi akan dilaksanakan mulai 14 September hingga 16 September 2012, sedangkan masa tenang pada 17 hingga 19 September 2012. Pilkada DKI putaran kedua akan dilaksanakan pada 20 September 2012. (Antara/ea)

Related News

Latest News

Featured News

Discuss: JOKOWI vs FOKE: Ayo, jangan sembarangan, diawasi BAWASLU lho

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close