Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com


JALUR PANTURA—Volume kendaraan 140% lebihi kapasitas

Compact_pantura

 

JAKARTA—Volume lalu lintas harian rata-rata di Pantai Utara (Pantura) Jawa saat ini sudah mencapai 48.000 per hari atau 140% melebihi kapasitas normal 20.000 kendaraan per hari.
 
Direktur Bina Pelaksana Wilayah II Kementerian Pekerjaan Umum Winarno mengatakan kapasitas berlebih tersebut yang menyebabkan terjadinya kerusakan jalan lebih cepat dari umur jalan yang telah ditentukan.
 
Sementara untuk menambah kapasitas jaringan jalan yang saat ini 2 x 7 meter sudah sulit untuk dilakukan mengingat sempitnya lahan di sisi kiri dan kanan jalan.
 
“Kondisi jalan di Pantura sudah overload seharusnya menambah kapasitas jalan, tapi sulit dilakukan. Saat ini traffic perhari nya mencapai 48.000 kendaraan sedangkan kapasitas normal 20.000 kendaraan. Konsekuensinya biaya pemeliharaan terus bertambah,” tuturnya dalam temu wartawan di Gedung Kementerian PU  hari ini, Kamis (21/6/2012).
 
Win menuturkan peningkatan kapasitas kendaraan menunjukan adanya peningkatan perekonomian dan industri di kawasan tersebut. Namun sayangnya tidak diimbangi dengan pembangunan infrastruktur dan moda transportasi.
 
Untuk mengatasi hal tersebut, menurutnya pembangunan tol di sepanjang Pantura harus segera dilaksanakan. Selain itu juga perlu segera direalisasikan pembangunan moda transportasi kereta api double track atau transportasi laut untuk mengurangi kemacetan dan biaya pemeliharaan.
 
“Akan sulit bila hanya mengandalkan jalur Pantura. Untuk angkutan jarak jauh, sudah seharusnya menggunakan KA double track dan transportasi laut karena lebih cepat dan efisien," katanya. (sut)
 
 
 
 
 

 

Related News

Latest News

Featured News

Discuss: JALUR PANTURA—Volume kendaraan 140% lebihi kapasitas

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close