JAKARTA: Kementerian Perindustrian masih mencari satu lagi partner lokal mendampingi Foxconn Technology Group dalam berinvestasi di Tanah Air setelah sebelumnya menunjuk dua pabrikan lokal.
MS Hidayat, Menteri Perindustrian mengatakan merek Polytron yang diproduksi oleh PT Hartono Istana Teknologi dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) akan didorong untuk menyertai investasi Foxconn di Indonesia tahap I yang ditarget operasi pada Desember 2012.
“Untuk melengkapi kedua produsen lokal itu, kita masih mencari satu perusahaan domestik lagi. Namun siapa kami belum bisa mengungkapkan,” katanya disela menerima petinggi Foxconn bersama Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan di kantor Kemenperin, Selasa (14/8/2012).
Pada pembicaraan itu, Hidayat sempat menginisiasi mengajak PT Telekomunikasi Indonesia Tbk untuk turut bersinergi dengan Foxconn. Namun, bagaimana skema kerjasamanya masih belum jelas.
Pasalnya hingga saat ini, tercatat perusahaan negara yang bergerak di bidang telekomunikasi itu masih berkutat meraup laba dari sektor layanan suara dan data.
Adapun Foxconn, berniat menginvestasikan sedikitnya US$10 miliar di Indonesia untuk penyediaan peranti keras (hardware).
Pada agenda pertemuan dengan petinggi produsen sirkuit itu, Hidayat juga memastikan penyediaan lahan untuk silicon valley milik Foxconn di Indonesia. “Mereka akan merenovasi pabrik di Kawasan Industri milik PT Modernland Realty di Cikande, Banten.”
Penyediaan silicon valley di Cikande itu dipilih mengingat kebutuhan infrastruktur yang dinilai paling memadai. Cikande tercatat telah menguasai sedikitnya 370 hektare lahan dengan adanya potensi perluasan hingga 1.000 hektare. Selain berakses jalan tol, kawasan itu juga juga mudah menuju pelabuhan.
Di lahan itu, tersedia pabrik dengan luasan 4.000 meter persegi yang akan direnovasi oleh Foxconn. Pada akhir 2012 nanti, Foxconn akan memulai assembling dengan target produksi 3 juta telepon seluler. “Nanti pada Juli 2013, mereka akan merilis produknya.” (msb)
Showing 0 - 0 of 0 comments