Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com


INTERKONEKSI SMS dikeluhkan operator karena turunkan trafik

Compact_huawei-android

 

JAKARTA—Pemberlakuan  interkoneksi SMS per 1 Juni memperoleh reaksi keras dari operator seluler di luar tiga besar operator dengan jumlah pelanggan terbanyak, Telkomsel, Indosat, dan XL.
 
Daniel Horan, Chief Marketing Officer PT Axis Telekom Indonesia (Axis), mengatakan sejak tarif interkoneksi diberlakukan per 1 Juni lalu, jumlah trafik SMS turun hingga 40% menjadi 150 juta SMS per hari dibandingkan
dengan sebelum masa pemberlakuan sekitar 250 juta SMS per hari.
 
"Kami tetap mempertahankan tarif, tetapi bonus harus dikurangi menyesuaikan tarif interkoneksi. Hal ini berdampak pada penurunan data lintas operator. Padahal, pengiriman pesan lintas operator jumlahnya mencapai separuh dari total trafik," ujarnya hari ini Kamis (14/6/2012).
 
Daniel menambahkan penetapan tarif maksimal interkoneksi sebesar Rp23 per SMS juga terlalu tinggi dan pada akhirnya hanya menguntungkan operator dengan basis pelanggan besar, yaitu tiga besar operator.
 
Hal tersebut mempersulit pergerakan operator baru untuk bersaing. Sebagai gambaran, operator besar semuanya menetapkan tarif interkoneksi maksimal. Jumlah pesan yang dikirim dari Axis ke mereka pasti lebih besar dibandingkan dengan jumlah pesan dari mereka yang diterima karena jumlah pelanggan lebih
banyak.
 
Akhirnya biaya interkoneksi yang bayarkan tidak berimbang, operator kecil harus membayar lebih besar kepada operator besar. "Bisa dibilang kami menyubsidi operator besar," ujarnya.
 
Regulator baru-baru ini berencana untuk menurunkan tarif maksimal interkoneksi SMS menjadi Rp5 per SMS, mulai tahun depan. Daniel mengklaim bahwa tarif tersebut juga masih terlalu tinggi.
 
"Biaya layanan SMS sebenarnya di bawah Rp1 per SMS bagi Axis. Operator besar bisa di bawah itu. Pemberlakuan interkoneksi untuk mengurangi SMS spam juga pada kenyataannya tidak signifikan, SMS spam masih tetap ada dan banyak," ujarnya.
 
Axis saat ini memiliki lebih dari 17 juta pelanggan, dengan kontribusi pemasukan layanan SMS terhadap total pendapatan sekitar 33%. Sebagai alternatif, pihaknya terus mendorong perubahan tren SMS ke layanan data,
seperti WhatsApp.
 
Layanan data saat ini memberikan kontribusi 35% terhadap total pendapatan dan akan ditingkatkan hingga 40%. 
 
Pemberlakuan tarif interkoneksi memang akan merugikan operator seluler yang menawarkan layanan tarif SMS lebih murah, atau bonus gratis pengiriman SMS lintas operator, atau off net.
 
Bagi operator yang selama ini hanya memberikan bonus gratis atau promo SMS ke sesama (on net), hal ini tidak menjadi masalah karena pelanggan sudah terbiasa dengan tarif SMS lintas operator.
 
Keuntungan tambahan bonus SMS lintas operator memang menjadi salah satu senjata andalan operator baru untuk menambah jumlah pelanggan dan meningkakan trafik SMS yang mendorong pemasukkan. (sut)
 
 
 
 
 
 
 

 

Related News

Latest News

Featured News

Discuss: INTERKONEKSI SMS dikeluhkan operator karena turunkan trafik

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close