Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com


INDUSTRI MIGAS: Indonesia butuh investasi

Compact_industri_migas


JAKARTA: Pemerintah menyatakan industri migas dan tambang Indonesia masih membutuhkan investasi.

 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan dirinya ikut menemani Menteri ESDM Jero Wacik bersama Deputi Operasi BP Migas dalam lawatan ke Eropa tersebut. Agenda kepergian rombongan itu dalam rangka pertemuan bilateral peningkatan kerja sama bidang energi dan sumber daya mineral antara Indonesia, Inggris dan Prancis.


“Di Prancis, kami datang ke Total dan Eramet. Pada intinya kami menyampaikan kepada mereka bahwa kami masih membutuhkan investasi,” kata Evita, Sabtu (4/8/2012).
 

Total EP Indonesie, saat ini merupakan perusahaan yang mengoperasikan Blok Mahakam di Kalimantan Timur. Adapun Eramet akan menjadi perusahaan nikel yang siap membangun smelter nikel di Halmahera dengan nilai investasi lebih dari 5  miliar euro.
 

Pertemuan dengan Total, lanjut Evita, salah satunya membahas kelanjutan kontrak Blok Mahakam yang habis pada 2017. Meski begitu, Evita masih belum memberi tahu lebih detail mengenai hasil kunjungan tersebut.
 

“Cukup bagus. Kami masih ingin mereka berinvestasi. Hal yang sama juga diungkapkan Presiden Total Upstream mengenai keyakinan mereka dalam berinvestasi di Indonesia,” tambahnya.
 

Evita mengetahui saat ini produksi Total sedang mengalami penurunan. Namun harapnya, pihak Total mau berupaya untuk meningkatkan hasil produksi Mahakam. “Mereka sudah mau berkomitmen untuk tingkatkan investasi,” tegasnya.

 

Sayang, pihak Total belum menyebutkan berapa nilai investasi yang akan ditingkatkan kepada rombongan.
 

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai kontrak Blok Mahakam yang akan segera habis, Evita menuturkan posisinya saat ini berada di antara pemerintah Indonesia, Total, dan Pertamina untuk mencarikan jalan yang terbaik. “Siapa yang jadi operator belum ditentukan, tetapi sudah ada, sih, tanda-tandanya,” tuturnya.

 

Sayang, Evita enggan buka suara. Begitu juga dengan keputusan kepemilikan saham mayoritas. “Itu sudah, namun belum resmi,” tambahnya.
 

M Husein, Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa belum ada keputusan mengenai kelanjutan dari kontrak Blok Mahakam. “Mahakam belum tahu kita. Mahakam tolong tanya Bu Evita. Kalau sudah disetujui, kita go, kita tinggal nunggu,” ujarnya. (msb)


 

 

Related News

Latest News

Featured News

Discuss: INDUSTRI MIGAS: Indonesia butuh investasi

Showing 1 - 1 of 1 comments

  • F1f0bfe7716dd34b79d448b810223b8f.png?s=37&d=http%3a%2f%2fen.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    PT Dwipa Citraperkasa

    October 17, 2012 10:41

    “A leader in well testing and early production facilities for the oil & gas industry” As a group company with world-class capabilities in well testing and fluid, our top priority is to offer the best service for business-based energy and resources in Indonesia. Dwipa Group was established as a company providing Non Destructive Testing for the oil and gas industry. We believe that through commitment, determination and passion for growth, opportunities are endless. Visit us @www.dwipagroup.co.id

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close