Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com


INDUSTRI ALAS KAKI: rintis lokalisasi di sejumlah daerah

Compact_ukm__14_

JAKARTA: Industri alas kaki dalam negeri berencana melakukan lokalisasi industri khusus di sejumlah daerah untuk menciptakan iklim usaha kondusif dan bisa memperoleh tenaga kerja yang terampil.


Berdasarkan data Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), tiga daerah menjadi incaran pelaku industri tersebut, yakni Sukabumi (Jawa Tengah), Surabaya, dan Jawa Tengah.


Ketua Umum Aprisindo Eddy Widjanarko menuturkan pihaknya akan melakukan pembicaraan secara intensif dengan Kementerian Perindustrian dalam waktu dekat ini.


Lokalisasi industri tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing produk dalam negeri dengan produk impor.


Selama ini pelaku industri alas kaki masih tersebar di sejumlah daerah, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sejumlah daerah lainnya.


Selain itu, infrastruktur yang mengkhawatirkan di sejumlah daerah, seperti akses jalan yang rusak, menjadi masalah bagi pelaku industri untuk mengembangkan usahanya.


Menurutnya, pengusaha memerlukan iklim usaha yang kondusif yang didukung dengan tenaga kerja terampil dan upah buruh yang terjangkau.


“Kami nilai tiga daerah tersebut mampu mewakili keinginan pelaku industri alas kaki. Daerah-daerah tersebut sudah memiliki infrastruktur yang sudah siap,” katanya, Kamis 7 Juni 2012.


Eddy mengemukakan pihaknya berharap lokalisasi industri alas kaki bisa terealisasi hingga 10 tahun ke depan. Setelah rencana itu terealisasi, dia optimistis industri alas kaki bisa berbicara banyak di tingkat global.


Program pemusatan industri tersebut merupakan suatu amanat dari Menteri Perindustrian M.S Hidayat agar industri dalam negeri bisa bersaing dengan produk luar negeri. (ra)

 

BERITA LAINNYA:

Related News

Latest News

Featured News

Discuss: INDUSTRI ALAS KAKI: rintis lokalisasi di sejumlah daerah

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close