Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com


ILO: Jumlah perempuan muda yang tidak bekerja dan bersekolah besar

Compact_buruh__17_

JAKARTA: Pangsa kaum muda Indonesia sampai dengan saat ini sangatlah besar, terutama para perempuan muda yang tidak bekerja atau bersekolah.
Bahkan, hampir 19% dari keseluruhan jumlah kaum muda di Tanah Air, tidak aktif dan tidak bersekolah.

Data itu terangkum dalam laporan terbaru International Labour Organization (ILO) bertajuk Memahami Pekerjaan yang Dilakukan oleh Anak dan Pekerja Muda: Kondisi Indonesia.

“Kondisi tersebut menunjukkan besarnya potensi produktif yang hilang dan hambatan terhadap pertumbuhan mereka,” demikian kutipan data laporan itu yang diterima Bisnis, Kamis, 21 Juni 2012.

 Dalam laporan itu tercatat perempuan muda Indonesia yang tidak aktif sangat tinggi jumlahnya atau 3 kali lipat dari jumlah laki-laki muda.
Perbedaan ini bukan hasil dari besarnya jumlah perempuan muda di Tanah Air yang putus sekolah, dimana tingkat partisipasi pendidikan secara virtual sama dengan laki-laki.

Selain itu, perbedaan juga bukan karena lebih tingginya tingat patah semangat di kalangan muda.

Namun, besarnya pangsa perempuan muda yang tidak aktif dan putus sekolah lebih terkait dengan kecenderungan budaya bahwa mereka tidak perlu sekolah agar dapat menjalankan tugas rumah tangga dan mengasuh anak. (api)

 

ARTIKEL MENARIK LAINNYA >>>


 

Related News

Latest News

Featured News

Discuss: ILO: Jumlah perempuan muda yang tidak bekerja dan bersekolah besar

Showing 1 - 1 of 1 comments

  • D75b0a92bd43455c60ccc702f1a40419.png?s=37&d=http%3a%2f%2fen.bisnis.com%2fimages%2fimg-comment-avatar

    Rusman Hadijanto

    June 24, 2012 23:27

    Jika dikaji ulang, apakah benar jumlah wanita yang tidak berpendidikan tinggi maupun tidak bekerja adalah karena persepsi mereka bahwa pada akhirya perempuan nantinya mengurus rumah tangga dan anak sehingga pendidikan tidak diperlukan? Saya sendiri lebih berpendapat bahwa, hal ini tidak hanya terjadi terhapap wanita saja tetapi juga terhadap pria. Nah kalau begitu sepertinya ada masalah yang lain selain hanya perbedaan jenis kelamin semata, bukankah masalah sebenarnya adalah availabilitas dari sekolah dengan biaya iurannya dapat dijangkau dengan orang orang pada umumnya? DI negara negara yang maju seperti di Singapura, Australia, ataupun Germany, pemerintah megusahakan sebisa mungkin agar hampir seluruh warganya mampu membiayai sekolah anak-anaknya. Bagaimana caranya? Dengan cera men-subsidi hampir seluruh sektor pendidikan yang ada di negara tersebut, dimana akibatnya hampir semua orang dapat mengenyam pendidikan yang tinggi. Apa untungnya nantinya bagi pemerintah? Pemerintah nantinya akan amat sangat beruntung dengan memudahkan seluruh warganya mengenyam pendidikan yang tinggi. Kenapa begitu? Dengan adanya negara yang di isi dengan orang orang yang berpengetahuan tinggi, negara secara keseluruhan akan menjadi maju, kaya dan sukses. Kebanyakan kemajuan dan kesuksesan suatu negara itu bukan karena negara tersebut punya sumber alam / kekayaan yang banyak. Buktinya negara Indonesia punya segalanya, seperti tanah yang luas lapang dan gembur, sumber minyak, sumber gas, sumber emas, sumber bauksit, sumber besi, sumber teh, sumber kopi, dan masih terlalu banyak sumber lainnya yang belum dimanfaatkan sepenuhnya. Sebaliknya negara sukses seperti singapura, tidak mempunya sumber kekayaan alam satupun, tanahnya sempit, negaranya kecil mungil, air saja susahnya minta ampun sehingga harus membeli dari malaysia ataupun indonesia. Tetapi kenapa negara yang sangat kecil dan sangat tidak kaya akan sumber alam ini bisa sangat kaya dan sukses? Pemerintah Singapura berusaha sebisa mungkin agar seluruh rakyatnya mengenyam pendidikan yang tinggi, baik pria maupun wanita. JIka ada tekonologi atau penemuan yg canggih di luar negeri , pemerintah singapura akan mengirimkan pelajarnya ke negara tersebut, mempelajari penemuan tersebut, dan membawanya kembali ke singapura untuk dibagikan ilmunya kepada rekan rekan / kerabat di singapura. Hasilnya? Teknologi di bidang farmasi, komputer, manufacturing, dll-nya dari Singapura selalu berada di kelas dunia, dan tidak pernah ketinggalan samasekali. Dengan mempunya orang orang yg berpendidikan tinggi, warga warganya tersebut bekerja keras untuk menkontribusikan ilmunya tersebut untuk kemajuan negara singapura, yg alhasil negara singapura yang miskin akan sumber alam tersebut menjadi sangat kaya raya secara keseluruhan. Saya selalu tidak habis pikir, apa yang akan terjadi terhadap negara Indonesia jika pemerintah kita mengusahakan pendidikan yang bisa dijangkau oleh semua orang di Indonesia, semua sumber daya alam minyak, gas, emas, perak, intan, teh, kopi, kertas, batubara, dll-nya bisa dikelola sendiri oleh bangsa Indonesia dan bukan oleh bangsa asing. Akibatnya? satu negara Indonesia akan menjadi kaya dan makmur dimana yah nantinya pemerintah Indonesia juga yang merasakan keuntungan besar ini. Semoga saja kita bisa melihat ini terjadi...

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close