Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com


HEADLINE HARI INI: Penimbunan BBM kian marak

Compact_atk_2237

JAKARTA: Sejumlah peristiwa ekonomi bisnis menghiasi sejumlah media nasional yang terbit Kamis, 15 Maret 2012. Berikut ringkasannya:

Penimbunan BBM
Kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) di daerah makin marak. Aparat Polri yang dibantu oleh TNI/Polri di sejumlah daerah dikerahkan ke  sejumlah SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) guna mengawasi tidak  adanya pembelian BBM bersubsidi secara berlebihan. (Kompas)

Rights issue BTEL
Bakrie Telecom (BTEL) menerbitkan saham baru (private) senilai Rp900 miliar, dananya untuk biaya obligasi jatuh tempo Rp650 miliar pada September 2012. Sisa dana Rp250 miliar untuk pembiayaan penukaran saham Sampoerna. (Kontan)

Penundaan TDL
Pemerintah bersedia menunda kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang rencana dilakukan bertahap mulai 1 Mei, setelah ditentang oleh mayoritas fraksi di DPR dan kalangan pengusaha. Mayoritas fraksi di DPR, termasuk Fraksi Partai Demokrat dan Frakai Partai Golkar menolak 1 Mei. (Investor Daily)

Kegagalan Citigroup
Citigroup tidak lolos strees test bank sentral Amerika Serikat. Siapa yang menduga jika sebuah bank, termasuk asal Amerika Serikat, Citigroup gagal lolos dari ujian stess test yang di rancang regulator
setempat. (Neraca)

Saham sawit
Harga saham emiten produsen minyak sawit pemerintah (crude palm oil) berpotensi naik 10%-15% hingga akhir 2012, karena eksploitasi investor terhadap perbaikan kinerja emiten. Menurut analis, pendapatan emiten produsen CPO berpeluang tumbuh. (Indonesia Finance Today)

Related News

Latest News

Featured News

Discuss: HEADLINE HARI INI: Penimbunan BBM kian marak

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close