Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com


HEADLINE HARI INI: Pasar Saham Jadi Sorotan Utama

Compact_atk_3821

JAKARTA: Infornasi tentang kondisi pasar saham di Tanah Air menjadi pilihan sejumlah media cetak hari ini, Senin (2/7/2012), sebagai topik utama pemberitaan.

 
Ekspektasi pasar
Mayoritas pelaku pasar modal menaruh ekspektasi kinerja yang lebih baik kepada direksi baru PT Bursa Efek Indonesia periode 2012-2015, menurut hasil survei Departemen Riset IFT.
 
Direksi baru Bursa Efek diharapkan lebih kreatif membuat terobosan pengembangan pasar modal domestik. (Indonesia Finance Today)
 
Level 4.000
Indeks Harga Saham Gabungan akan mencoba kembali ke level psikologis 4.000 pekan ini.
Reli yang terjadi di bursa global akhir pekan lalu bersumber dari euforia kesepakatan untuk menangani krisis utang di daratan Eropa. (Kompas)
 
Portofolio semester II
Hasil investasi di saham dan obligasi selama semester I-2012, terbilang rendah. Namun, manajer investasi masih optimistis, penempatan dana di saham akan memberi return maksimal di paruh kedua tahun ini. (Kontan)
 
Obligasi daerah
Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerbitkan obligasi (surat utang) akan memicu pemerintah daerah lain mencari pendanaan untuk belanja daerahnya selain dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
 
Namun, obligasi daerah dinilai belum memiliki daya tarik besar bagi investor. Apalagi obligasi daerah berpotensi gagal bayar. (Neraca)
 
Hilirisasi CPO
Perkembangan industri hilir kelapa sawit mentah (crude palm oil-CPO) di Indonesia masih berjalan lamban, setidaknya dibandingkan dengan Malaysia.
 
Indonesia saat ini baru bisa menghasilkan 47 produk turunan CPO, sedangkan Malaysia sudah mencapai 100 produk turunan. (Investor Daily) (sut)
 
 

Related News

Latest News

Featured News

Discuss: HEADLINE HARI INI: Pasar Saham Jadi Sorotan Utama

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close