Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com


HEADLINE HARI INI: Ada apa dengan APBN dan pertumbuhan ekonomi?

Compact_koran

JAKARTA: Pemberitaan tentang pertumbuhan ekonomi nasional dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menjadi pilihan topik utama sejumlah media cetak hari ini, Kamis, 10 Mei 2012.

 

Tumbuh 7%
Menteri Keuangan Agus Martowardojo optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan bisa menembus 7% kendati negeri ini sibuk menghadapi Pemilihan Umum 2014. Sedangkan tahun ini, ekonomi nasional mampu tumbuh 6,5%. (Investor Daily)

 

Penyusunan APBN
Praktek penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai bermasalah alias 'rusak' gara-gara masuknya kepentingan politik. Bahkan sejumlah agenda non prioritas ikut menyusup, sehingga menjadikan postur APBN tak pernah pro rakyat. (Neraca)
 

BI Rate
Bank Indonesia diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuan, BI Rate di level 5,75% pada rapat Dewan Gubernur, Kamis, karena ketidakpastian kebijakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan memicu ekspektasi inflasi. Usaha mengendalikan laju inflasi akan dilakukan dengan instrumen moneter lainnya, seperti menaikkan giro wajib minimum. (Indonesia Finance Today)


Hemat BBM
Paket kebijakan penghematan bahan bakar minyak bersubsidi menurut rencana akan mulai diberlakukan oleh pemerintah pada 1 Juni 2012. Pidato penyampaian kebijakan penghematan tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2 pekan mendatang. (Kompas)


Prospek saham
Ketika Indeks Harga Saham Gabungan terperosok, harga sejumlah saham lapis kedua dan ketiga menyodok. Saham-saham lapis bawah begitu aktif ditransaksikan seiring runtuhnya mayoritas saham bluechips. (Kontan)  (arh)
 

+ JANGAN LEWATKAN:

> 10 ARTIKEL PILIHAN Hari Ini

> 5 Kanal TERPOPULER Bisnis.com

 

Related News

Latest News

Featured News

Discuss: HEADLINE HARI INI: Ada apa dengan APBN dan pertumbuhan ekonomi?

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close