NEW YORK: Harga kontrak minyak mentah turun di bawah US$100 per barel pertama kali sejak Februari terganjal data tenaga kerja AS yang lebih suran dari perkiraan.
Harga komoditas ini melemah 3,9% setelah data Departemen Tenaga Kerja menunjukkan kenaikan lapangan kerja 115.000, terkecil dalam enam bulan.
Sebanyak 85 ekonom dalam survei Bloomberg rata-rata memprediksi peningkatan lapangan kerja 160.000. Produk jasa dan manufaktur di zona euro mengalami kontraksi lebih besar dari perkiraan.
"Pasar minyak tetap fokus pada ekonomi. Berita ekonomi dari Eropa dan AS sedikti mengecewakan," ujar David Greely, kepala riset energi pada Goldman Sachs Group Inc di New York.
Harga kontrak minyak mentah untuk pengiriman Juni turun US$4,05 menjadi US$98,49 per barrel di New York Mercantile Exchange, penyelesaian terendah sejak 7 Februari.
Harga Brent untuk penyelesaian Juni turun US$2,90, atau 2,5%, menjadi US$113,18 per bareldi ICE Futures Europe exchange, London. Ini merupakan harga penutupan terendah sejak 2 Februari.
Tingkat pengangguran merosot ke titik terendah dalam tiga tahun jadi 8,1%. Tingkat partisipasi, yang mengindikasikan pangsa usia pekerja, turun jadi 63,6%, terendah sejak 1981. (Bloomberg/tw)
Showing 0 - 0 of 0 comments