NEW YORK: Harga minyak akhirnya longsor ke bawah batas psikologis bawah US$90 per barel, level terendah dalam 7 bulan, setelah stok minyak AS mencapai rekor tertinggi dalam 22 tahun.
Faktor lainnya adalah pertemuan pemimpin Eropa di Brussells yang mencuatkan kekhawatiran keluarnya Yunani dari zona euro.
Kontrak harga minyak ambruk 2,1% setelah Departemen Energi AS menyatakan stok minyak naik 883.000 barel ke 382,5 juta barel pekan lalu.
Pertemuan Eropa itu merupakan yang pertama setelah pemilu Yunani menggagalkan kemenangan mayoritas koalisi pro-penghematan, serta kemenangan Francois Hollande di Pilpres Prancis yang anti-penghematan.
“Harga minyak turun karena suplai terus naik dan dolar terus menguat terhadap euro, dan itu membuat komoditas tidak lagi menarik,” kata Todd Horwitz, kepala analis Adam Mesh Trading Group di Chicago. “Harga mungkin masih akan turun ke US$80-an.”
Harga minyak untuk pengiriman Juli turun US$1,95 ke US$89,90 a barel di New York, terendah sejak 21 Oktober. Sepanjang tahun berjalan, harga minyak sudah turun 9%.
Di London, harga minyak brent untuk pengiriman Juli juga turun US$2,85, atau 2,6% ke ke US$105,56 per barel, leevl terendah sejak 19 Desember. (Bloomberg/Bsi)
SITE MAP:

Showing 0 - 0 of 0 comments