Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com

  • June 19, 2013

GABEL: NIlai penjualan produk elektronik per Juni naik 6,1%

Compact_atk_0199

JAKARTA: Nilai penjualan produk elektronik tercatat sebesar Rp2,38 triliun pada Juni 2012 atau tumbuh 6,1% dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar Rp2,24 triliun.

Berdasarkan data Federasi Gabungan Elektronik (Gabel), produk televisi menjadi kontributor terbesar omzet produk elektronik bulan lalu dengan nilai Rp1,08 triliun atau 45,5% dari total omzet bulan itu.

Yeane Keet, Wakil Sekretaris Jenderal Gabel, menuturkan pertumbuhan penjualan televisi mencapai 9% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Kondisi tersebut ditopang oleh momen turnamen sepak bola Piala Eropa 2012 yang diselenggarakan di Polandia dan Ukraina, pada awal Juni hingga awal Juli lalu.

Produk kulkas mencatatkan penjualan sebesar Rp590,2 miliar atau 24,7% dari total omzet. Dengan demikian, produk itu menjadi kontributor kedua setelah produk televisi.

Adapun kontributor penjualan terbesar ketiga adalah pendingin ruangan dengan nilai penjualan sebesar Rp387,4 miliar atau berkontribusi 16,2% dari total omzet.

“Penjualan kulkas dan pendingin ruangan semakin tumbuh karena didorong oleh persiapan masyarakat untuk menghadapi momen Ramadan dan Lebaran,” katanya kepada Bisnis, Minggu (22/7).

Meskipun demikian, ada dua produk elektronik yang mengalami penurunan penjualan di tengah pertumbuhan penjualan secara keseluruhan, yakni produk pemutar cakram dan audio.

Nilai penjualan produk audio mencapai Rp14,02 miliar pada Juni lalu atau anjlok 13% dibandingkan dengan Mei 2012 sebesar Rp16,1 miliar.
Adapun omzet pemutar cakram mencapai Rp69,3 miliar pada Juni 2012 atau turun 3% dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar Rp71,2 miliar.(faa)

Related News

Latest News

Featured News

Discuss: GABEL: NIlai penjualan produk elektronik per Juni naik 6,1%

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close