Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com


BURSA EROPA: Koreksi makin dalam

Compact_indeks

LONDON: Saham Eropa turun di hari keempat menyusul  bank sentral di kawasan itu berhenti memberikan pinjaman kepada beberapa bank Yunani dan spekulasi bahwa Moodys memangkas peringkat bank-bank Spanyol.

Bankia SA (BKIA) merosot 14% setelah sebuah laporan tentang deposan yang menarik 1 miliar euro atau sekitar US$1,27 miliar pada minggu terakhir. Cookson Group Plc (CKSN) naik paling dalam enam minggu setelah mengatakan itu mempertimbangkan pemisahan divisi utama.

Indeks Stoxx 600 (SXXP) Eropa turun 1,1% menjadi 241,63 pada penutupan perdagangan, kehilangan streak terpanjang sejak 22 Maret, bahkan karena Federal Reserve memberi sinyal pelonggaran moneter lebih lanjut tetap menjadi pilihan jika memburuk ekonomi AS. Indeks itu telah mundur ke tingkat terendah sejak 28 Desember di tengah memuncaknya kekhawatiran bahwa Yunani akan meninggalkan kawasan euro.

"Jika Yunani jatuh, kita punya masalah besar di Eropa dan tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi kemudian dengan Spanyol, dengan Italia, dengan Portugal," kata Andreas Lipkow, pedagang ekuitas di MWB Fairtrade Wertpapierhandelsbank AG di Frankfurt. "Kemudian tidak terlalu penting jika Fed memompa lebih banyak uang ke pasar dan mencoba untuk mendorong ekonomi AS karena masalah di Eropa akan menaungi segalanya."

Bank Sentral Eropa mengatakan untuk sementara akan menghentikan pinjaman kepada beberapa bank Yunani untuk membatasi risiko. Presiden Mario Draghi mengisyaratkan ECB tidak akan berkompromi pada prinsip-prinsip kunci untuk menjaga Yunani di kawasan euro. (Bloomberg/arh)

 

 

 

BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

 

MORE ARTICLES:

Related News

Latest News

Featured News

Discuss: BURSA EROPA: Koreksi makin dalam

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close