MAKASSAR: Telkomsel Area Pamasuka melakukan pemantauan kondisi jaringan telekomunikasi di lokasi bencana gempa tektonik berkekuatan 6,2 Skala Richter di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Head Of Corporate Communication Pamasuka Division, Jowvy Kumala mengatakan, pasca kejadian gempa di Parigi Moutong Sabtu, (18/8) sore pihaknya langsung melakukan pemantauan di lokasi-lokasi yang diperkirakan terkena dampak bencana itu.
“Pemantauan kami lakukan mulai dari Posko Telkomsel Siaga yang langsung ditangani Head of Pamasuka Group-Bona L.P Parapat bersama Head of ICT Network Management Pamasuka Group, Andrias Indra,” kata Jowvy melalui pesannya kepada Bisnis, Minggu (19/8) dini hari.
Dia menjelaskan, tidak ada kerusakan yang ditemukan dari pemantauan itu. Kondisi jaringan di Kabupaten Parigi Moutong yang didukung sekitar 120 BTS (menara telekomunikasi) tetap berjalan normal.
“Jaringan masih bisa dimanfaatkan warga untuk mengabari kerabatnya tentang kondisi mereka. Dari pemantauan, terjadi lonjakan trafik call dari Parigi ke beberapa daerah seperti Makassar, Samarinda dan Manado,” kata dia
Meskipun, dia mengaku trafik voice secara keseluruhan sempat menurun pada saat kejadian gempa jika dibandingkan dengan rata-rata trafik normal. “Trafik callnya sempat turun dari normalnya 2.000 Erlang (satuan intensitas percakapan) menjadi 1.800 Erlang,” urai dia.
Sebagaimana diketahui, Gempa bumi tektonik berkekuatan 6,2 Skala Richter yang terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu petang, dirasakan hampir merata di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
Gempa pada pukul 17.30 WITA yang berlokasi di 1,21 Lintang Selatan dan 120,08 Bujur Timur itu dirasakan di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Poso, dan Kabupaten Morowali yang berjarak sekitar 100 kilometer dari pusat gempa.
Bahkan, ratusan pengunjung mall di Kota Palu berhamburan keluar ketika gempa bumi terjadi. Para pengunjung takut gedung berlantai empat itu akan roboh. Sejumlah pagar rumah milik warga di Kelurahan Tavanjuka juga roboh akibat gempa.
Sementara itu sejumlah rumah warga di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa. Getaran gempa juga dirasakan di Kabupaten Morowali namun tidak sekencang yang terjadi di Kota Palu.
Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa berkekuatan 6,2 SR itu berlokasi di 1,21 Lintang Selatan dan 120,08 Bujur Timur atau 27 km Barat Daya Kabupaten Parigi Moutong.
Gempa sendiri terjadi di kedalaman 10 km dan tidak menyebabkan tsunami.
Sulawesi Tengah adalah wilayah yang dilalui sesar Palu Koro yang membentang sepanjang 800 kilometer. Sesar yang berujung di Selat Makassar itu dikenal aktif sehingga menyebabkan gempa di wilayah yang dilaluinya. (K15/msb)

Showing 1 - 2 of 2 comments