Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com


ASURANSI JIWA BAKRIE janjikan penyelesaian gagal bayar

Compact_okke9956

JAKARTA: PT Asuransi Jiwa Bakrie menjanjikan penyelesaian kasus gagal bayar produk diamond investa pada Oktober 2012.

Direktur Utama Bakrie Life Timoer Soetanto mengatakan pemegang saham memberi target kepada direksi perseroan untuk menyelesaikan persoalan gagal bayar tersebut pada Oktober namun bukan berarti penyelesaian itu dalam bentuk pembayaran.

"Komitmen untuk menyelesaikan itu secepatnya ada.  Target kami bulan 10 selesai tapi belum tentu lunas ya.. kami belum bilang pembayaran, hanya penyelesaian settlement untuk solusi persoalan," katanya seusai menghadiri pertemuan dengan nasabah Bakrie Life dan Bapepam LK di Kantor Bapepam LK, Rabu (25/7).

Dia melanjutkan target penyelesaian yang tinggal 3 bulan lagi tersebut dapat berarti bahwa perseroan akan memberi jaminan yang lebih baik kepada nasabah, meski bukan dalam bentuk pelunasan pembayaran.

"Dalam arti ada jaminan kepastian bahwa investasinya kembali," katanya.

Menurutnya, dalam pertemuan yang dimediasi regulator tersebut kedua belah pihak tidak membuat kesepakatan baru hanya menyampaikan perkembangan dari apa yang sudah disepakati sebelumnya.

Namun Timoer tidak merincikan perkembangan terakhir dari perseroan tersebut.

Dia menjelaskan kendala yang membuat perusahaan berlarut-larut membayar nasabah disebabkan oleh keringnya likuiditas perusahaan.

Namun, Bakrie Life masih memiliki aset yang bisa dimanfaatkansebagai jalan keluar untuk penyelesaian kasus gagal bayar tersebut. Timoer juga mengiyakan bahwa pengalihanperusahaan ke asuransi lain. (ra)

Related News

Latest News

Featured News

Discuss: ASURANSI JIWA BAKRIE janjikan penyelesaian gagal bayar

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close