Ad-close

Bisnis Indonesia - Bisnis.com


ALUR PELAYARAN: Proses revitalisasi dijalankan

Compact_pelindo

 

 

SURABAYA: PT Pelabuhan Indonesia III memastikan pemerintah melalui Kementrian Perhubungan telah memberikan persetujuan untuk melakukan proses revitalisasi Alur Pelayaran Barat Surabaya meski proses pengerjaan pendalaman dan pelebaran alur itu tetap akan melalui proses tender.

 

 

Proyek revitalisasi APBS yang berupa pengerjaan pendalaman dari -9,5 meter low water spring (LWS) menjadi -16 meter LWS dan pelebaran dari 100 meter menjadi 200 meter itu ditaksir akan menelan investasi US$70 miliar atau sekitar Rp659 miliar dengan masa kontruksi selama setahun.

 

 

Sekretaris Perusahaan PT Pelindo III, Sumitro mengatakan pihaknya baru saja mendapat informasi bila Kemenhub telah menyetujui proses revitalisasi APBS.

 

“Kebijakan perijinan itu belum lama ini telah diteken, jadi dipastikan APBS bisa segera direvitalisasi. Kebijakan perijinan itu juga telah memberikan hak option bagi Pelindo III khususnya konsorsium APBS yang baru terbentuk dengan melibatkan BUMN serta BUMD itu selanjutnya bisa mengelola alur tersebut pasca revitalisasi,” kata Sumitro kepada pers, hari ini, (Senin, 18/6/2012).

 

Sumitro menerangkan proses revitalisasi APBS tersebut nantinya akan dilakukan melalui sistem tender.

 

”Meski konsorsium APBS yang melibatkan tiga BUMN yaitu PT Pelindo III, PT Wijaya Karya, PT Petrokimia Gresik dan satu BUMD milik Pemprov Jatim yaitu PT JGU [Jatim Grha Utama] telah diberi hak option penuh mengelola APBS, namun untuk pengerjaan revitalisasi tetap melalui proses tender terbuka,” tegas mantan General Manager Pelindo III Cabang Gresik itu.

 

Sumitro menegaskan Kemenhub kini tengah menyusun proses tender itu, diharapkan tidak lama lagi proses lelang pengerjaan pendalaman dan pelebaran APBS akan dibuka.(msb)

 

ARTIKEL MENARIK LAINNYA >>>

 

ARTIKEL KABAR24 >>>

 

Related News

Latest News

LAINNYA

Discuss: ALUR PELAYARAN: Proses revitalisasi dijalankan

Showing 0 - 0 of 0 comments

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

* Redaksi


Ad-close